1. LIMIT FUNGSI
Limit suatu fungsi f(x) untuk x mendekati suatu bilangan a adalah nilai
pendekatan fungsi f(x) bilaman x mendekati a.
Contoh 2
Tentukan nilai dari limit :
Tentukan nilai dari limit :
Jawab
Misal sobat langsung memasukkan nili x = 1 ke dalam persamaan hasilnya tidak akan terdefinisi karena bilangan pembagi ketemu 0 (x-1). Akan tetapi bentuk di atas masih bisa disederhakan guna menghilangkan komponen pembagi yang bernilai nol yaitu
Misal sobat langsung memasukkan nili x = 1 ke dalam persamaan hasilnya tidak akan terdefinisi karena bilangan pembagi ketemu 0 (x-1). Akan tetapi bentuk di atas masih bisa disederhakan guna menghilangkan komponen pembagi yang bernilai nol yaitu
Cara Mengerjakan Limit Fungsi yang Tidak Terdefinisi
Adakalanya penggantian niali x oleh a dalam lim f(x)
x→a membuat f(x) punya nilai yang tidak terdefinisi, atau f(a) menghasilkan
bentuk 0/0, ∞/∞ atau 0.∞. Jika terjadi hal tersebut solusinya adalah bentuk
f(x) coba sobat sederhanakan agar nilai limitnya dapat ditenntukan.
Limit Bentuk 0/0
Bentuk 0/0
kemungkinan timbul dalam :
Ketika kamu menemukan bentuk seperti itu coba
untuk utak-utik fungsi tersebut hingga ada yang bisa dicoret. Jika itu bentuk persaman kuadrat kamu bisa
coba memfaktorkan atau dengan cara asosiasi dan jangan lupakan ada aturan a2-b2 = (a+b)
(a-b). Berikut contohnya :
Bentuk ∞/∞
Bentuk
limit ∞/∞ terjadi pada fungsi suku banyak (polinom) seperti :
Contoh Soal
Coba sobat tentukan
Coba sobat tentukan
Jawab
Berikut
rangkuman rumus cepat limit matematika bentuk ∞/∞ yaitu :
- Jika m<n maka L = 0
- Jika m=n maka L = p/q
- Jika m>n maka L = ∞
Bentuk Limit (∞-∞)
Bentuk (∞-∞) sering sekali muncul dalam ujian nasional. Bentuk soalnya akan sangat
beragam. Namun demikian, penyelesaiannya tidak jauh-jauh dari penyederhanaan.
Be creative, out of the box. Berikut contoh soal yang kami ambil dari ujian
nasional 2013.
Tentukan
Limit :
Jika kamu
masukkan x -> 1 maka bentuknya akan mmenjadi (∞-∞). Untuk menghilangkan
bentuk ∞-∞ kita sederhanakan bentuk tersebut menjadi
Penerapan limit fungsi dalam bidang fisika adalah, untuk menghitung kecepatan
sesaat.
2.
SUKU BANYAK
1. Pengertian Sukubanyak
Bentuk Umum : axn + bxn-1 + cxn-2
+ ….+ qx + r
Variable x
- Derajat sukubanyak n
- Koefisien sukubanyak : a , b , c , … , q , r
- Banyaknya koefisien = n + 1
- Pangkat bilangan cacah.
2. Nilai suku banyak
F(x) = x 3 + 3x 2
– 4x – 3
- Cara substitusi : Kita tinggal mengganti x dengan nilai yang diminta.
f( 2 ) = 2 3 + 3.2 2 – 4.2 – 3 = 9
3. Kesamaan suku banyak
Dua suku banyak dikatakan sama jika derajat dan tiap suku yang bersesuaian sama.
4. Pembagian sukubanyak
- Pembagian terstruktur / porogapit ( semua bisa mengunakan ini )
- Pembagian sintetik :
* Pembagi harus linear atau dapat dibuat
menjadi faktor linear
* jika dibagi
ax + b maka hasil bagi harus
dibagi a.
5. Teorema Sisa
Jika f (x) dibagi
x – a maka sisanya f (a).
6. Teorema faktor
Jika f ( a ) = 0
maka x - a
merupakan faktor dari f (x)
7. Persamaan polinom
·
Diselesaikan dengan cara difaktorkan dahulu. Untuk memfaktorkan gunakan
teorema faktor.
·
Sifat – sifat akar persamaan :
ax 2 + bx + c =
0 1. x 1 + x 2 = -b / a
2. x 1 . x 2 = c / a
ax 3 + bx 2
+ cx + d = 0 1. x1 + x2 + x3
= -b/a
2.
x1.x2 + x1.x3 + x2.x3
= c/a
3.
x1.x2.x3 =
-d/a
ax4 + bx3 + cx2
+ dx + e = 0
1. x1 + x2 + x3
+ x4 = -b/a
2. x1.x2 + x1.x3
+ x1.x4 + x2.x3 + x2.x4
+ x3.x4 = c/a
3. x1.x2.x3 +
x1.x2.x4 + x1.x2.x4
+ x2.x3.x4 = -d/a
4. x1.x2.x3.x4
= e/a
Penerapan :
Dalam penerapannya suku banyak
biasanya digunakan untuk membuat suatu alat transportasi atau yang lainnya.
Misal pada alat transportasi, suku banyak digunakan untuk menentukan
perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Dalam hal ini
penggunanya bisa mengukur dan mempertimbangkan suatu ukuran yang diinginkan
agar bisa mengetahui keseimbangan, berat, struktur, bentuk, dan ukuran alat
tersebut. Jika unsur-unsur tersebut diketahui maka pengerjaan suatu alat
transportasi tersebut bisa dipermudah selain itu tidak perlu ada perasaan
was-was dalam pembentukan maupun pengerjaannya. Sehingga benda tersebut akan
cepat selesai dengan hasil yang memuaskan.
Dalam bidang
lain suku banyak digunakan untuk menghitung suatu tumpukan-tumpukan barang yang
berbentuk sama dengan jumlah isi yang berbeda. Dengan demikian sipengguna bisa
mengetahui berapa banyak barang yang ada dalam beberapa tumpukan yang berbeda
tempatnya dan jumlahnya.
Misalnya ada suatu box kecil yang hanya bisa diisi
dengan 20 butir telur. Lalu ada box sedang yang isinya 2 kalinya isi dari box
kecil. Dan juga ada box besar yang bisa diisi dengan 4 kalinya box kecil. Jika
box kecil ada 3 tumpukan, box sedang ada 1 tumpukan, dan box besar ada 2
tumpukan maka rumusnya yaitu :
f(x) = x3 + x32 + x2
f(x) = x3 + 4x2 + 2x
f(20) = 203 + 4.202 + 2.20
f(20) = 80000 + 1600 + 40
f(20) = 81640
Jadi jumlah keseluruhan jumlah telur yang ada dari tumpukan-tumpukan tersebut berjumlah 81640 butir telur.
Sumber :
http://matematikalc.angelfire.com/suku_banyak.htm
dan http://ardiangood.blogspot.com/2011/01/penerapan-suku-banyak-polinom-dalam.html
3. KOMPOSISI FUNGSI DAN INVERS FUNGSI
Fungsi atau Pemetaan
Apa sebenarnya yang dimakasud dengan fungsi atau
pemetaan? suatu relasi dari A ke B yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B disebut dengan fungsi
atau pemetaan dari A ke B. Suatu fungsi umumnya dinotasikan dengan huruf ef
kecil (f). Misalny f adalah fungsi yang memtakan dari A ke B, maka fungsi
tersebut ditulis :
f : A → B
A disebut dengan
daerah asal [domain]
B disebut dengan daerah kawan [codomain]
B disebut dengan daerah kawan [codomain]
Jikaf
memetakan x ∈ A ke y ∈B maka dapat sobat hitung katakan bahwa y adalah peta dari x dan dapat
ditulis f : x → y (f memetakan
x ke y) atau y adalah fungsi dari x, y = f(x).
Contoh
|
Diagaram
disamping adalah pemetaan f: A →
B dengan
daerah asal A = {a,b,c,d,e} daerah kawan B = {1,2,3,4,5,6} f(a) = 1; f(b) = 2; f(c) = 3; f(d) = 4; f(e) = 5, sehingga didapat range (daerah hasil) H = {1,2,3,4,5} |
fungsi
yang memetakan daerah asal ke daerah kawan bermacam-macam sobat, bisa fungsi
sederhana, linier, kuadrat, dan sebagainya.
Contoh
Misal f: R → R dengan f(x+2) = x2-x, tentukan berapa nilai f(x) dan f(1)
Kita misalkan y = x + 2, sehingga x = y-2
f(y) = (y-2)2 – (y-2) = y2 – 4y + 4 – y +2 = y2 -5y + 6
sehingga bisa didapat f(x) = x2 -5x + 6
f(1) = 12 -5(1) + 6 = 2
Misal f: R → R dengan f(x+2) = x2-x, tentukan berapa nilai f(x) dan f(1)
Kita misalkan y = x + 2, sehingga x = y-2
f(y) = (y-2)2 – (y-2) = y2 – 4y + 4 – y +2 = y2 -5y + 6
sehingga bisa didapat f(x) = x2 -5x + 6
f(1) = 12 -5(1) + 6 = 2
Komposisi Fungsi
Jika sobat
hitung menggabungkan dua fungsi secara berurutan akan menghasilkan sebuah
fungsi baru. Apa yang sobat lakukan tersebut disebut dengan mengkomposisikan
fungsi dan hasilnya disebut komposisi
fungsi. Coba sobat hitung simak ilustrasi berikut :
Pada diagram
di atas fungsi f dikomposisikan dengan fungsi g menghasilkan fungsi h. h
dinamakan fungsi komposisi dari fungsi f dan g dinotasikan h = f o g (sobat
mungkin sering sebut fog atau f bundaran g). Jadi jika kira rinci
- g(y) = g(f(x))
- h(x) = g(f(x)) atau h (x) = (g o f) (x) = g(f(x))
Buat lebih
jelas kita latihan dengan contoh soal berikut :
Jika f(x) =
2x2 + 1 dan g(x) = x+2
tentukan :
a. (g o f ) (x)
b. (g o f ) (5)
c. (f o g) (x)
d. (f o g) (3)
tentukan :
a. (g o f ) (x)
b. (g o f ) (5)
c. (f o g) (x)
d. (f o g) (3)
Jawab:
mengkomposisikan fungsi sebenarnya sangat sederhana, sobat hanya perlu mentaati asas ketika memasukkan nilai x.
a. (g o f ) (x) —> kita masukkan fungsi f sebagai x dalam fungsi g
(g o f ) (x) = g(f(x)) = g (2x2+1) = 2x2+1 + 2 = 2x2+3
b. (g o f ) (5) = 2(5)2 + 3 = 53
c. (f o g) (x) –> kita masukkan fungsi g sebagai x dalam fungsi f
(f o g) (x) = f(g(x)) = f (x+2) = 2(x+2)2 +1 = 2 (x2+4x+4) +1 = 2x2 + 8x +8 + 1 = 2x2 + 8x + 9
d. (f o g) (3) = 2(3)2 + 8(3) + 9 = 51
mengkomposisikan fungsi sebenarnya sangat sederhana, sobat hanya perlu mentaati asas ketika memasukkan nilai x.
a. (g o f ) (x) —> kita masukkan fungsi f sebagai x dalam fungsi g
(g o f ) (x) = g(f(x)) = g (2x2+1) = 2x2+1 + 2 = 2x2+3
b. (g o f ) (5) = 2(5)2 + 3 = 53
c. (f o g) (x) –> kita masukkan fungsi g sebagai x dalam fungsi f
(f o g) (x) = f(g(x)) = f (x+2) = 2(x+2)2 +1 = 2 (x2+4x+4) +1 = 2x2 + 8x +8 + 1 = 2x2 + 8x + 9
d. (f o g) (3) = 2(3)2 + 8(3) + 9 = 51
Invers Fungsi
Apa itu
invers fungsi? Misal sobat punya fungsi f: A → B
maka invers fungsi dari f dinyatakan dengan f-1: B → A
jika y =
f(x) maka x = f-1(y).
Hasil invers dari suatu fungsi dapat merupakan fungsi atau bukan fungsi. Kapan invers suatu fungsi merupakan fungsi juga? Jawabannya ketik fungsi tersebeut berkorespondensi satu-satu. Ketika suatu fungsi bukan merupkan korespondensi satu-satu maka inversnya bukan merupakan sebuah fungsi melainkan suatu relasi.
Hasil invers dari suatu fungsi dapat merupakan fungsi atau bukan fungsi. Kapan invers suatu fungsi merupakan fungsi juga? Jawabannya ketik fungsi tersebeut berkorespondensi satu-satu. Ketika suatu fungsi bukan merupkan korespondensi satu-satu maka inversnya bukan merupakan sebuah fungsi melainkan suatu relasi.
Bagaimana
Menentukan Invers Suatu Fungsi?
- Invers suatu fungsi dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memisalkan fungsinya denga y
- Kemudian menyatakan variabel x sebagai fungsi dari y
- Mengganti y dalam fungsi menjadi x
Contoh
Tentukan ivers dari fungsi f(x) = 2x + 6
Pembahasan
f(x) = 2x + 6
misal y = 2x + 6
2x = y – 6
x = ½ y – 3
dengan demikian f-1(y) = ½ y – 3 atau f-1(x) = ½ x – 3
Tentukan ivers dari fungsi f(x) = 2x + 6
Pembahasan
f(x) = 2x + 6
misal y = 2x + 6
2x = y – 6
x = ½ y – 3
dengan demikian f-1(y) = ½ y – 3 atau f-1(x) = ½ x – 3
Contoh 2
Tentukan Invers dari fungsi y = 2x + 3/ 4x + 5
jawab :
y = 2x + 3/ 4x + 5
y (4x + 5) = 2x + 3
4yx + 5y = 2x + 3
4yx – 2x = 3 – 5y
x (4y-2) = 3 – 5y
x = 3 – 5y / 4y-2
atau
x = -5y +3 / 4y – 2
jadi dengan dimikian f-1 (y) = 2x + 3/ 4x + 5 = -5y +3 / 4y – 2
atau f-1(x) = -5x +3 / 4x – 2.
Tentukan Invers dari fungsi y = 2x + 3/ 4x + 5
jawab :
y = 2x + 3/ 4x + 5
y (4x + 5) = 2x + 3
4yx + 5y = 2x + 3
4yx – 2x = 3 – 5y
x (4y-2) = 3 – 5y
x = 3 – 5y / 4y-2
atau
x = -5y +3 / 4y – 2
jadi dengan dimikian f-1 (y) = 2x + 3/ 4x + 5 = -5y +3 / 4y – 2
atau f-1(x) = -5x +3 / 4x – 2.
Penyelesaian
contoh soal fungsi komposisi nomor dua bisa kamu kerjakan dengan menggunakan
rumus cepat yaitu :
Jika f(x) = ax + b/cx + d maka inversnya f-1(x)
= -dx + b / cx – a
KOMPOSISI
FUNGSI
Fungsi :
- Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B.
- Pada fungsi f : A -- B , himpunan A disebut daerah asal ( domain ) fungsi f dan dinotasikan dengan Df. Himpunan B disebut daerah kawan ( kodomain ) dan dinotasikan dengan Kf. Himpunan semua peta A di B disebut daerah hasil ( range ) dan dilambangkan Rf.
Fungsi Komposisi :
- Apabila f suatu fungsi dari A ke B, dan g suatu fungsi dari B ke C, maka h suatu fungsi dari A ke C disebut fungsi komposisi dari f dan g dan dinyatakan dengan h = g o f ( dibaca : g bundaran f atau g komposisi f ). (g o f)(x) = g ( f(x) )
- Umumnya tidak komutatif (f o g)(x) ≠ (g o f)(x)
- Bersifat asosiatif : (f o (g o h))(x) = ((f o g) o h)(x)
- Ada identitas sehingga (I o f)(x) = (f o I)(x)
Fungsi Invers :
- Apabila f adalah fungsi dari A ke B, maka invers fungsi f adalah relasi dari B ke A. Invers fungsi suatu fungsi tidak selalu merupakan fungsi, jika invers fungsi merupakan fungsi maka invers tersebut dinamakan fungsi invers.
- Fungsi f mempunyai fungsi invers f -1 jika dan hanya jika f merupakan fungsi bijektif / korespondensi satu-satu.
- f ( a ) = b setara dengan f -1 (b) = a
- (f -1) -1(x) = f(x).
- (f o g) -1(x) = (g -1 o f -1)(x).
- (f o f -1)(x) = (f -1 o f)(x) = I(x)
- ((f o g) o g -1 )(x) = f(x)
- (f -1 o(f o g))(x) = g(x).
Sumber : http://rumushitung.com/2013/11/02/fungsi-komposisi-fungsi-dan-invers-fungsi-matematika/
dan http://matematikalc.angelfire.com/komposisi.htm



0 komentar:
Posting Komentar